Wawasan Cinta Alam

—————————- WAWASAN CINTA ALAM —————————-

Wawasan cinta alam adalah cara pandang, cara berpikir dan persepsi seorang pecinta alam dalam melaksanakan kegiatannya di alam terbuka.

Bila suatu waktu kita sendiri di puncak gunung dan melihat keagungan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dimana kita sendiri hanya nampak sebagai satu titik di antara jutaan titik yang ada di alam semesta ciptaan-Nya, apa yang kita rasakan?? Bila suatu waktu kita menatap keindahan alam dan minikmati merdunya kicauan burung dan menghirup udara pagi, lalu kita mendengar bunyi mesin penebang pohon dan pohon roboh, atau tiba-tiba kita mendengar suara senapan pemburu, apa yang kita rasakan?? Bila suatu waktu teman perjalanan kita di gunung jatuh dan mengalami kecelakaan, apa yang kita lakukan??, Bila kita berada di gunung dan melihat sampah yang berserakan disepanjang jalur pendakian, apa yang kita perbuat??, Apa yang kita rasakan ketika nyawa kita tinggal tergantung pada seutas tali??, Apa yang kita rasakan waktu kita berada bersama-sama dengan Pecinta Alam yang lain pada suasana api unggun yang begitu harmonis??, Apa yang kita rasakan setelah kita turun dari gunung, kembali kerumah dan menikmati kopi susu sambil mengingat perjalanan yang baru kita lakukakn bersama-sama dengan rekan kita??

Dari pertanyaan-pertanyaan diatas menunjukkan nilai-nilai yang ada pada seorang Pecinta Alam yang timbul karena pengalamannya di alam terbuka. Nilai-nilai ini muncul bukan karena diajari atau dipelajari, nilai-nilai ini timbul lewat suatu proses setelah dia merasakan interaksinya dengan alam. Setelah seorang pecinta alam merasakan suatu keagungan ciptaan Tuhan, merasakan suatu penderitaan dan perjuangan di alam, merasakan suatu rasa kebersamaan dengan sesama pecinta alam, merasakan suatu ketegangan dalam menghadapi resiko, merasakan suatu keinginan untuk kembali ke alam dan bertualang di alam.

———————————————— NILAI – NILAI YANG DIMILIKI PECINTA ALAM ————————————————

Beberapa nilai yang dimiliki pecinta alam adalah:
1. Nilai Religius :
Yaitu suatu pengakuan akan kuasa Tuhan Yang Maha Esa karena keagungan ciptan-Nya.
2. Nasionalisme :

Rasa cinta akan bumi Indonesia dan bakti kepada bangsa dan tanah air.
3. Konservasi :
Yakni suatu kepedulian akan kelestarian lingkungan hidup.
4. Solidaritas :

Yaitu rasa kebersamaan yang erat antar sesama pecinta alam yang telah menganggap kalangan sebagai sesama saudara.
5. Kepedulian Sosial :
Pecinta alam peka terhadap keadaan sosial masyarakat disekitarnya yang tumbuh dari kecintaannya akan alam.
6. Keberanian :

Pecinta alam telah terlatih untuk berani menghadapi bahaya karena banyak kegiatannya mengandung resiko yang membahayakan.
7. Perjuangan dan Mempertahankan Diri (struggle & survive):
Pecinta alam terlatih untuk mempertahankan hidupnya di alam bebas dan berjuang untuk tetap hidup dan selamat.
8. Petualangan :

Pecinta alam selalu merasakan kebutuhannya akan suatu tantangan baru dan rasa selalu ingin melakukan petualangan.

Nilai-nilai di atas umumnya bisa kita temukan pada para pecinta alam yang telah banyak melakukan kegiatan di alam terbuka. Tetapi kita bisa juga melihat banyak pendaki gunung yang tidak memiliki nilai-nilai ini malahan vandalis, menulis nama di pohon dan batu, memetik bunga “edelweis”, membawa tape compo sehingga suasana alam menjadi seperti diskotik. Tindakan seperti itu bukanlah tindakan seorang pecinta alam.

Kode Etik Pecinta Alam Indonesia Dan Wawasan Cinta Alam.
Sejak tahun 1974, kalangan pecinta alam telah memiliki kode etik. Kode etik merupakan suatu perangkat prinsip-prinsip moral dalam masyarakat pecinta alam yang disusun untuk dijalankan oleh kalangan pecinta alam. Kode etik ini menggambarkan nilai-nilai moral pecinta alam, tanggung jawab pecinta alam, dan pernyataan sikap pecinta alam.
Walaupun hanya merupakan hasil konsensus pada gladian IV tahun 1974 di Ujung Pandang, kode etik ini telah dipakai oleh seluruh organisasi yang menamakan dirinya pecinta alam.

* Wawasan cinta alam merupakan pengarah dalam setiap tindakan yang akan dilakukan di alam terbuka dan dalam kehidupan pecinta lam.
* Dasar dari wawasan pecinta alam adalah hakekat kita sebagai manusia yang diciptakan Tuhan yang bertanggung jawab terhadap Tuhan, masyarakat, negara, dan bertanggung jawab untuk melestarikan alam serta perasaan sesama pecinta alam sebagai satu keluarga. Itu semua telah dijabarkan secara lengkap dalam kode etik pecinta alam Indonesia.

* Bagian pertama kode etik menjelaskan akan kesadaran pecinta akan kebesaran tuhan yang telah menciptakan alam dan segala isinya, kesadaran akan tanggung jawabnya sebagai makhluk ciptaan yang harus bersosialisasi dan memiliki rasa kebangsaan, serta kesadaran akan persaudaraan yang erat sesama pecinta alam yang mencintai alam yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa.

* Bagian kedua kode etik pecinta alam adalah pernyataan dari pecinta alam setelah ia sadar akan hakekatnya. Terdapat enam pernyataan yang intinya menunjukkan hubungannya dengan tuhan, alam, dan sesama manusia.
Sebagai pecinta alam kode etik ini harus dipahami, dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai diatas bukan hanya diterapkan di alam terbuka, nilai-nilai tersebut harus dilaksanakan dalam peran kehidupan kita sehari-hari dalam masyarakat.
Eksistensi pecinta alam saat ini diakui dalam masyarakat Indonesia. Pecinta alam sudah tidak dikonotasikan buruk lagi, tapi telah diakui sebagai suatu masyarakat sebagai suatu masyarakat yang berkarya. Banyak konsep pelestarian lingkungan datang dari kalangan pecinta alam.

———————————————— PERAN SEORANG PECINTA ALAM ————————————————

Beberapa peran dari pecinta alam adalah:
* Peran Dalam Pelestarian Alam
Pelestarian lingkungan merupakan kewajiban bagi seluruh pecinta alam. Pecinta alam harus menunjukkan perannya yang dimulai dari lingkungan sekitarnya.
* Peran Dalam Ilmu Pengetahuan
Alam memberikan banyak pelajaran dan pengetahuan kepada manusia, pecinta alam harus banyak menimba ilmu dari alam, mempelajari serta mengaplikasikan pengetahuan tersebut kepada masyarakat.
* Peran Dalam Kehidupan Social
Sebagai bagian dari masyarakat, pecinta alam harus memiliki tanggung jawab soSial, dan harus peka terhadap permasalahan soSial yang ada dalam lingkungannya dan harus berusaha untuk mencari solusi pemecahan masalah-masalah yang ada.

Ketiga peran pecinta alam diatas menggambarkan tanggung jawab seorang pecinta alam. Agar supaya keberadaan pecinta alam diterima sepenuhnya dan dihargai oleh masyarakat, kita harus melaksanakan peran kita sebagai pecinta alam dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s