PROLOG PECINTA ALAM

Posted: 19 October 2012 in Umum

PROLOG PECINTA ALAM

A. Manusia dan Alam
Manusia adalah ciptaan yang berpikir, manusia sangat bergantung dengan alam untuk menghidupi diri dan berkembang biak. Sementara Alam berkembang biak melalui proses siklus, proses rantai makanan. Tanpa manusia pun alam akan tetap hidup. Manusia kemudian menggunakan alam sebagai kebutuhan, merekayasa tumbuhan menjadi tumbuhan – tumbuhan unggul, seperti buah – buahan, dll. Ataupun menggunakan hasil – hasil alam sebagai kebutuhan proses hidup di perkotaan. Seperti karet, minyak bumi, kayu, batu bara, emas, perak dsb.

Karena proses ini pula, alam kemudian terlalu dikuras untuk produksi keinginan manusia yang berorientasi pada produksi yang besar serta untuk mendapatkan profit yang besar pula (inilah yang disebut industri). Maka timbulah ketidak seimbangan alam. Bencana – bencana pun mulai muncul, banjir, kemarau panjang, keracunan, lepasnya satwa – satwa liar ke pemukiman manusia, karena pemukiman satwa – satwa liar tadi telah di usik. Dengan kondisi ketimpangan di atas. alam yang awalnya menguntungkan manusia berubah menjadi ancaman hidup bagi manusia. karena kal ini maka munculah para pemerhati, pelestari, relawan – relawan dan Pencinta Alam

B. Pencinta Alam
Pencinta dalam kamus besar bahasa Indonesia artinya orang yang sangat suka atau gemar akan. Jadi arti pencinta alam dalam arti bahasa adalah orang yang sangat suka atau gemar akan alam.

Pencinta Alam dalam istilah adalah sebuah organisasi yang mencintai Alam, melestarikan lingkungan, meneliti lingkungan, menikmati lingkungan, belajar dari lingkungan, melakukan petualangan kealam bebas, organisasi yang punya anggota ulet, solid, loyal, cerdas dalam berpikir dan bereaksi. dll.

a) Sejarah Pencinta Alam
Dari catatan yang diketahui Pencinta Alam pertama di Indonesia adalah PPA3. PPA adalah singkatan dari Perkumpulan Pentjinta Alam, tepatnya didirikan tanggal 18 Oktober 1953. Organisasi ini berkedudukan di Jogjakarta. Tujuan PPA yang tercantum dalam Anggaran Dasarnya adalah memperluas serta mempertinggi rasa cinta terhadap alam seisinya dalam kalangan anggota – anggotanya dan masyarakat umumnya. Hingga setelah itu muncullah pencinta – pencinta alam lain di penjuru – penjuru Indonesia, entah yang berbentuk KPA, Sispala, dan Mapala.

– KPA (Kelompok Pencinta Alam)
Organisasi Pencinta Alam yang beruanglingkup umum, berlaku untuk masyarakat umum siapa saja bias menjadi anggota, intinya melewati proses pendidikan dasar.

– SISPALA (Siswa Pencinta Alam)
Organisasi Pencinta Alam yang beruanglingkup di sebuah sekolah tingkatan SMP atau SMA, berlaku untuk ruang lingkup sekolah itu.

MAPALA (Mahasiswa Pencinta Alam)
Organisasi Pencinta Alam yang beruanglingkup di Universitas, anggotanya hanya terdiri dari mahasiswa dimana mapala itu berkedudukan.

b) Sejarah Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA)
Kemudian pada tahun 1964. Di Universitas Indonesia Soe Hok Gie bersama sahabat – sahabatnya kemudian mendirikan Organisasi Pencinta Alam. Yakni Mapala Prajnaparamita FSUI (pada tanggal 12 Desember 1964) nama pemberian dari Drs. Moendardjito (Pembantu Dekan III – Fakultas Sastra) Mapala : Mahasiswa Pentjinta Alam, dan Prajnaparamita artinya dewi pengetahuan, Mapala juga berarti berbuah dan berhasil. yang kemudian pada tahun 1971 seluruh Organisasi Pencinta Alam di lingkup Universitas Indonesia menyatukan diri dalam MAPALA UI.

Soe Hok Gie pada waktu itu adalah seorang aktivis mahasiswa, penulis, seorang demonstran serta dia adalah pengkritik sosial. Ketika ditanya kenapa mendirikan Mapala ?
Gie Menjawab :
“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami, kami katakan bahwa kami adalah manusia – manusia yang tidak percaya dengan slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan – slogan, seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat karena itulah kami naik gunung.”

Karena di zaman berdirinya Mapala pertama kali di saat menjelang transisi rezim, orde lama ke orde baru. Serta banyaknya persoalan – persoalan politik yang melibatkan mahasiswa, Gie juga mengkrtik para mahasiswa – mahasiswa pergerakan yang telah terjangkit politik praktis. Sehingga perjuangan mahasiswa tidak lagi murni tapi telah keruh oleh sikap – sikap aktivis tadi.

Berdirinya Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala), intisarinya adalah tiga hal,
Pertama, untuk memupuk patriotisme yang sehat di kalangan anggotanya. Ini dapat di capai dengan hidup di alam dan rakyat kebanyakan. Memang tekad dari pendirian organisasi ini adalah suatu keyainan bahwa patriotisme yang sehat tidak mungkin timbul dari slogan – slogan, indoktrinasi – indoktrinasi dan poster – poster. Patriotisme hanyalah mungkin dibina atas partisipasi yang aktif dari seseorang melalui hidup ditengah – tengah alam dan rakyat pada umumnya. adalah hal yang mustahil, bahwa cinta tanah air dapat timbul dari jendela – jendela bis, mobil – mobil mewah dan gedung – gedung kampus.

Kedua, mendidik para anggotanya, baik mental maupun fisik. Sebab seorang kader yang baik adalah kader yang sehat jasmani dan rohaninya. Disini juga ditekankan aspek edukasi tanah air secara aktif dari dekat.
Ketiga, untuk mencapai semangat gotong royong dan kesadaran sosial. Sampai saat ini tujuan tadi belum tercapai secara maksimal, tetapi titik terang sudah terlihat.
Setelah itu Mapala kemudian menjamur di kampus – kampus termasuk di Universitas Muhammadiyah Malang, berdirilah Divisi Mahasiswa Pencinta Alam (DIMPA) pada tanggal 17 Oktober 1983.

c) Fenomena Nama Mahasiswa Pencinta Alam.
Mapala sebagai sebutan Khas dan Umum
Dimanapun berada sebutan khas dari para mahasiswa yang tergabung dalam organisasi pencinta alam adalah anak Mapala. Tanpa ada kesepakatan sebelumnya nama mapala kemudian menjadi sebutan khas untuk mahasiswa Pencinta Alam.

e) Pencinta Alam Hari Ini.
Pencinta Alam hari ini dalam perlombaan melakukan hal – hal yang bersifat petualangan, pendakian gunung es, tebing – tebing terjal, sungai – sungai yang tinggi gradenya.
Mapala hari ini sudah semakin berkembang. Tidak lagi menjadi pengkritik – pengkritik pemerintah, lebih asyik dengan dunianya sendiri. Menjadi penakluk – penakluk gunung, tebing, dan medan – medan lainnya. Lebih mengejar hal – hal yang mampu memuaskan hasrat kegemaran. Sangat jauh dari cita – cita awal para tokoh pendiri Mapala. Soe Hok Gie dan sahabat – sahabatnya.

Pada konsep idealnya mapala adalah organisasi yang mampu unjuk gigi di dunia, Petualangan, Ilmiah dan Sosial.
Petualangan dalam hal ini meliputi aktifitas pencinta alam di dunia petualangan alam bebas, mendaki gunung, berarung jeram, menyelam, menelusuri goa, memanjat tebing dan petualangan – petualangan sejenis lainnya.
Ilmiah dalam hal ini adalah pencinta alam sebagai pemerhati, pelestari terhadap kondisi lingkungan, serta dapat melakukan penelitian – penelitian tehadap dampak – dampak lingkungan.

Sosial, yang dimaksudkan Mapala dapat terjun langsung dalam isu – isu sosial, penanggulangan bencana, kondisi sosial masyarakat, HAM, kesehatan, ekonomi, politik, ketentraman umum dll. yang intinya Mapala dapat menjadi ujung tombak menuju kesejahteraan Masyarakat.

f) Budaya Mapala
Budaya dan Kebiasaan Mapala, eratnya hubungan emosional sesama Mapala, saling jamu – menjamu, tolong – menolong sesama Mapala. Ada tempat persinggahan di hampir seluruh daerah di Indonesia, dengan cukup mengaku menjadi pencinta Alam. (walau kadang ada yang hanya mengaku – ngaku)
Mapala dikenal ulet dalam hal bekerja dalam organisasi, mampu membuat konsep dan mengimplementasi ide dalam kinerjanya.
Mapala yang warna warni dalam penampilan, ingin menembus batas – batas formalitas yang terlalu kaku.

g) Forum Pencinta Alam dan Forum Mahasiswa Pencinta Alam.
Akibat banyaknya Pencinta Alam di Indonesia kemudian lahirlah sebuah forum Penccinta Alam, forum komunikasi, informasi dan interaksi sesame Pencinta Alam.

* GLADIAN PENCINTA ALAM INDONESIA
Gladian adalah forum pencinta Alam seluruh Indonesia yang pesertanya adalah seluruh organisasi Pencinta Alam di Indonesia, baik umum, Mahasiswa, atau siswa. Gladian juga tempat lahirnya Kode Etik Pencinta Alam.

* TWKM MAPALA SE – INDONESIA
TWKM singkatan dari Temu Wicara dan Kenal Medan Mahasiswa Pencinta Alam tingkat Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia. Wadah para Mapala untuk bertukar ilmu, mengusung ide, belajar bersama, untuk kepentingan Mapala Se-indonesia.

JAMBORE MAPALA MUHAMMADIYAH
Forum Mapala Perguruan Tinggi Muhammadiyah Se-Indonesia.

FKPA MAPALA JAWA TIMUR
Forum Organisasi Pencinta Alam se-Jawa Timur.

FORUM MAHAMERU MALANG (FORUM PENCINTA ALAM MALANG)

Sedangkan di kota Kendari sendiri telah dibentuk Sekretariat Bersama (Sekber) Pencinta Alam Se-Kota Kendari yang diharapkan dapat menjadi wadah yang mampu menghimpun seluruh Pecinta Alam di Kota Kendari, baik dari Mapala maupun MPA. Tujuan awal dari dibentuknya Sekber itu adalah untuk menyamaratakan skill dan Pemahaman seputar Pecinta Alam yang sebenarya, juga sebagai batu loncatan dasar untuk memperbaiki Citra Pecinta Alam yang selama ini dinilai negatif oleh hampir sebagian besar masyarakat Indonesia, dan di kota Kendari pada khususnya. Dengan adanya Sekber ini, yang juga menghimpun seluruh KPA dan MPA melalui para Delegasi masing-masing tentunya merupakan modal yang tidak dapat dipandang sebelah mata untuk mewujudkan Lingkungan Sultra yang ramah dan berwawasan Lingkungan.
_______________________________________________________________
1. Disadur dari berbagi sumber.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s