Mengenal Hutan

Posted: 6 October 2012 in Umum

MENGENAL HUTAN

Hutan adalah tempat tinggal (habitat) berbagai tumbuhan dan hewan yang berinteraksi satu sama lain, dan juga berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Berdasarkan kamus, istilah hutan diartikan sebagai kumpulan pepohonan yang rapat beserta berbagai tumbuhan lainnya dalam suatu wilayah tertentu.
1. Komponen Penyusun Hutan
Terdapat dua komponen utama yang menyusun kehidupan di dalam hutan. Kedua komponen tersebut adalah komponen biotik atau hayati atau sesuatu yang hidup, serta komponen abiotik (non hayati) atau sesuatu yang sifatnya tidak hidup.
Komponen biotik diantaranya adalah berbagai hewan dan tumbuhan, seperti burung, kodok, ular, ikan, lebah, cacing, pohon beringin, pohon pinus, semak belukar, jamur, rumput, dan sebagainya. Sementara itu, contoh komponen abiotik antara lain cahaya matahari, batu, angin, air, tanah, udara, unsur hara (nutrient) dan sebagainya.
Kedua komponen di atas saling mendukung satu sama lain. Bila salah satu bagian komponen di atas mengalami kerusakan, maka akan sangat mempengaruhi bagian-bagian komponen lainnya.
2. Manfaat Hutan
Banyak sekali manfaat hutan bagi kita, juga bagi yang lainnya (komponen hidup dan tak hidup). Beberapa manfaat hutan yaitu :
1. Menghasilkan produk kayu dan bukan kayu seperti madu dan rotan.
2. Menyediakan naungan/tempat berlindung, tempat berkembang biak, dan
tempat mencari makan bagi banyak hewan dan tumbuhan.
3. Mencegah terjadinya erosi, pendangkalan dan tanah longsor
4. Sangat membantu penyerapan dan penyaringan air oleh tanah sehingga hutan merupakan salah satu sumber cadangan air tawar yang bersih.
5. Menghasilkan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup
6. Mengurangi dampak buruk pemanasan global sebab hutan mampu menyerap banyak gas Karbondiosida. Gas ini adalah salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan terjadinya pemanasan global.
3. Manfaat Pohon
Sebatang pohon besar dan sehat dapat : Mengangkut 4.000 liter air dari dalam tanah dan melepaskannya ke udara. Menyerap hingga 7.000 liter partikel debu per satu liter udara Menyerap ± 75% CO2 yang dilepaskan oleh mobil Menyediakan kebutuhan oksigen setiap hari untuk 4 orang dewasa.
4. Hutan dan Air
Kita tahu bahwa semua mahluk hidup sangat bergantung pada air. Kita masih bisa bertahan hidup bila tidak makan selama sebulan penuh, tapi tanpa meminum air dalam waktu beberapa hari saja, kita bisa mati. Kita membutuhkan air untuk hampir semua jenis kegiatan kita. Kita membutuhkan air untuk minum, mencuci, mandi, berkebun, beternak atau untuk keperluan rekreasi/wisata.
Hutan dan air sangat berhubungan satu sama lain. Bila hutan sehat, selain melimpah, air pun sehat. Untuk lebih memahami pernyataan tersebut, perhatikan peran pohon dalam siklus air berikut ini:
Saat hujan turun, akar pohon membantu “perjalanan” air memasuki tanah hingga mencapai lapisan air tanah. “Perjalanan” ini bisa terjadi sebab akar pohon mampu menembus lapisan tanah yang begitu padat. Selama “perjalanan” itu, air juga mengalami proses penyaringan dari bahan-bahan atau partikel berbahaya, sehingga kualitas air tanah semakin bagus. Selain itu, daun, dahan, ranting, batang dan akar pohon mampu mengurangi kecepatan aliran/limpasan air (run off) ke tempat lain (ke sungai, ke drainase, dan sebagainya) serta mencegah terjadinya erosi tanah.
Air selanjutnya dimanfaatkan oleh banyak makhluk hidup, termasuk pohon. Pohon memanfaatkan air untuk tumbuh dan berkembang. Ia mengambil air dari dalam tanah, kemudian menyebarluaskannya ke seluruh bagian tubuh. Selain memanfaatkan air, pohon juga melepaskannya ke udara melalui stomata. Air yang dilepaskan selanjutnya berkumpul di awan. Semakin lama, awan tersebut semakin berat dan tidak lagi mampu menahan air yang volumenya semakin banyak. Hujan pun akhirnya turun kembali ke bumi, termasuk ke dalam hutan.
Kemampuan pohon menyerap dan melepaskan air bergantung pada beberapa faktor, diantaranya jenis pohon, jumlah air yang tersedia di dalam tanah, dan yang lebih penting adalah cuaca. Pada musim kemarau, pohon membutuhkan air dalam jumlah yang banyak. Pada saat yang sama, Ia pun melepaskan banyak gelembung air ke udara melalui stomatanya. Namun, bila kelembaban tanah/tempat tumbuhnya tiba-tiba berkurang, karena pemakaian air baik oleh pohon itu sendiri maupun oleh makhluk hidup yang lain, maka pohon akan menghentikan proses pelepasan air tersebut. Caranya dengan menutup stomata yang terdapat pada bagian daun dan batang pohon.
5. Hutan di Kota Kendari
Ada dua tipe hutan yang terdapat di Kota Kendari, yaitu hutan alami dan hutan buatan. Hutan alami terdapat di pegunungan Nipa-Nipa. Kawasan ini dikenal dengan sebutan Taman Hutan Raya (Tahura) Nipa-Nipa.
Sementara itu, tipe hutan buatan di Kota Kendari terdapat di pelataran kantor Walikota Kendari, Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara dan di daerah Baruga. Hutan-hutan ini disebut sebagai hutan kota. Luasnya tidak seberapa bila dibandingkan dengan luas Tahura Murhum (± 972 ha). Selain itu, di hutan kota, hanya terdapat sedikit jenis pohon dan hewan. Meski demikian, keberadaan hutan buatan tersebut tetap penting untuk kita jaga.
6. Bentuk Tekanan terhadap Kelestarian Hutan
Sebagai salah satu sumberdaya yang begitu penting, saat ini hutan menghadapi berbagai tekanan yang mengancam kelestariannya. Salah satu akibat tekanan itu adalah semakin berkurangnya kemampuan pohon menyerap dan menyaring air. Adapun bentuk-bentuk tekanan tersebut antara lain :
 Kegiatan perladangan berpindah
 Pembalakan liar (Illegal logging)
 Pertambanga
 Pencemaran udara
 Pembukaan lahan di dalam hutan secara tidak terkendali
 Pengerukan tanah di dalam wilayah hutan
 Pembuangan sampah di dalam areal hutan Perubahan iklim
Menyadari arti penting, fungsi dan nilai suatu hutan dalam konservasi air, maka berikut adalah beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk menjamin kelestarian hutan dan produksi air bersih di kota kita.
1. Menanam lebih banyak pohon
2. Berkebun dengan tanaman yang tahan kekurangan air atau dengan tanaman asli Kendari/Sulawesi Tenggara
3. Mengumpulkan/menampung air hujan untuk keperluan menyiram tanama
4. Berbelanja di toko-toko yang ramah lingkungan (misalnya, toko yang memiliki ruang terbuka hijau seluas 40% dari luas total lahannya)
5. Mandi dengan shower/pancuran selama 3 menit6. Gunakan segelas air saat menggosok gigi daripada menjalankan kran air

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s