Apa Benar Luas Hutan Indonesia 130 Juta Ha,,?

Posted: 17 September 2012 in Sekitar Sultra, Umum

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, 27 November 2011 kemarin, menyatakan bahwa luas hutan Indonesia saat ini adalah 130 juta Ha melalui vivanews.com. Data ini  berbeda dengan laporan-laporan resmi lainya yang menyebutkan luas kawasan hutan Indonesia tahun 2010 adalah 94.432.000 Ha, seperti yang dilaporkan oleh Bank Dunia. Bahkan lucunya, melaui Wikipedia.org  dengan sumber laporan dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, hutan Indonesia di tahun 2005 desebutkan seluas 93,92 juta Ha.
Menteri Kehutanan ternyata masih menggunakan data lama yang belum diupdate, sesuai Buku Data dan Informasi Pemanfaatan Hutan Tahun 2010; Direktorat Jendral Planologi Kehutanan, Kementerian Kehutanan; November 2010. Dalan data tersebut terdapat laporan luas kawasan hutan yang belum diupdate sejak 10 tahun yang lalu.
Kalau menteri menyebutkan bahwa dari luas 130 Juta ha hanya tersisa 43 juta ha yang masuk dalam kategori hutan perawan, atau 33,08%  dari luas hutan Indonesia. Maka dengan asumsi yang sama maka luas hutan perawan sesuai laporan Bank Dunia hanya  31,235,200 ha dan   31,065,846 ha untuk artikel wikipedia.org.
Perbedaan data tersebut sangat mencolok. Selisih 1 Juta ha adalah setara dengan 10.000 km². Apalagi selisih sampai 30 juta ha berarti 300.000 km², sangat luas sekali. Apalagi diasumsikan selisih ini merupakan jumlah kerusakan hutan di Indonesia. Wajar saja banyak pihak masih tetap menyoroti illegal logging di Indonesia.
Tradingeconomics.com menulis, menurt definisi Bak Dunia, kawasan hutan adalah “land under natural or planted stands of trees of at least 5 meters in situ, whether productive or not, and excludes tree stands in agricultural production systems (for example, in fruit plantations and agroforestry systems) and trees in urban parks and gardens”. Dengan pengertian ini, pada tahun 2011, Bank Dunia melaporkan luas kawasan hutan di Indonesia mencapai 944.320,00 km² atau setara dengan 94.432.000 Ha pada tahun 2010.  Adapun grafik perubahan luas kawasan hutan dari tahun ke tahun dapat dilihat dibawah ini:

Dari grafik di atas terlihat terjadinya penurunan tajam luas kawasan hutan Indonesia
Hal yang sama juga ditulis melalui Wikipedia.org, bahwa  luas hutan Indonesia terus menciut, Luas Penetapan Kawasan Hutan oleh Departemen Kehutanan Tahun Luas (Hektar) 1950 162,0 juta 1992 118,7 juta 2003 110,0 juta 2005 93,92 juta. Data tersebut bersumber dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, seperti tautan yang diberikan dalam artikel tersebut.
Luas kawasan hutan tahun 2005 menurut Wikipedia seluass 93,92 ha ini,  terdiri dari hutan tetap  88,27 juta ha, hutan konservasi  15,37 juta ha, hutan lindung  22,10 juta ha, hutan produksi terbatas 18,18 juta ha, hutan produksi tetap 20,62 juta ha, hutan produksi yang dapat dikonversi  10,69 juta ha dan areal Penggunaan Lain (non-kawasan hutan) : 7,96 juta ha.
Walaupun data Wikipedia berasal dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, namun  menurut Buku Data dan Informasi Pemanfaatan Hutan Tahun 2010; Direktorat Jendral Planologi Kehutanan, Kementerian Kehutanan; November 2010. Disebutkan bahwa luas seluruh hutan di Indonesia adalah 133.300.543,98 ha. Luas ini mencakup kawasan suaka alam, hutan lindung, dan hutan produksi. Seperti yang ditulis di sini, data tersebut merupakan data di artas kertas berdasarkan SK Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan Provinsi yang dikeluarkan oleh Menteri Kehutanan yang didalamnya termasuk beberapa SK penunjukan yang dikeluarkan lebih dari sepuluh tahun yang lalu, misalnya untuk provinsi Kalimantan Tengah SK penunjukan dikeluarkan sejak tahun 1982. Dengan demikian luas riil hutan Indonesia berdasarkan data informasi Direktorat Jendral Planologi Kehutanan tersebut, kemungkinan besar akan terkoreksi mendekati luas kawasan hutan seperti yang laporan Bank Dunia.
Apabila data-data tersebut kemudian dikaitkan dengan peryataan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, yang ditulis oleh Vivanews, kemarin itu. Bahwa Dari 130 juta hektare, hanya 43 juta di antaranya yang masuk dalam kategori hutan perawan. Maka jelas, Menteri masih menggunakan data  dan informasi pemanfaatan hutan tahun 2010, seperti yang dijelaskan di atas.
Entah mana yang benar, dan dalam rangka apa,  yang pasti menurut vivanews, 29 September 2011.  Pemerintah Amerika Serikat menyatakan akan melakukan debt for nature swap sebesar US$28,5 juta dalam rangkan membantu upaya pelestarian hutan dan mitigasi perubahan iklim di Indonesia, khususnya di Kalimantan. Kebijakan ini masuk dalam Tropical Forest Conservation Act 2 (TCFA2). Debt for nature swap adalah pengalihan utang yang kali ini dananya digunakan untuk membiayai program konservasi keanekaragaman hayati dan hutan tropis.

Berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s