Potensi nikel Sultra telah dikenal hingga ke manca negara sejak tahun 1934

Posted: 24 June 2011 in Go Green, Promo Sultra, Sekitar Sultra, Umum
Tags: , , ,

Gubernur Sultra saat Musrembang Provinsi (8/4) menjelaskan bahwa melalui oost borneo maskapai belanda tahun 1934 telah melakukan ekspor ke eropa. pada tahun 1948 sumitomo Jepang mengambil alih pengelolaan nikel di sulawesi tenggara, tetapi tidak sempat mengekspor karena Jepang kalah pada perang dunia kedua maka. setelah itu pada tahun 1957 pengelolaan nikel di daerah ini diambil alih oleh NV. Terto dan kemudian oleh Aneka Tambang.

Ke depan kondisi pengelolaan nikel seperti sekarang ini perlu ditata dan dikelola agar dapat memberikan nilai tambah terhadap devisa negara dan pendapatan daerah. Pembagian pendapatan antar pusat dan daerah, antar provinsi dan kabupaten penghasil serta kabupaten lainnya dalam provinsi telah diatur dalam peraturan perundangan. demikian juga prosedur perizinan terhadap potensi tambang dalam kawasan hutan juga telah diatur. jadi tidak ada perebutan kekuasaan dan kewenangan antar pemerintah, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten kota. ini yang perlu dihayati oleh kita semua sebagai penyelenggara pemerintah.

Usaha-usaha melalui pengelolaan secara terpadu dengan memperhatikan seluruh aspek sosial, ekonomi dan ekologis serta pertimbangan geo-ekonomi dan geo-strategis telah diatur dalam undang-undang nomor 39 tahun 2009 tentang kawasan ekonomi khusus atau KEK.

UU tersebut juga memberikan batasan yang waktu jelas yaitu 3 tahun serta dukungan fasilitas berupa infrastruktur untuk mengembangkan klaster pusat-pusat perekonomian di seluruh indonesia. keberadaan undang-undang kawasan ekonomi khusus lebih diperkuat dengan munculnya kebijakan master plan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi yang berisikan tiga strategi utama yaitu :

 

v pengembangan koridor ekonomi indonesia

v perkuatan konektivitas nasional

v mempercepat kemampuan sdm & iptek

Inilah yang perlu dipahami oleh kita semua sehingga sulawesi tenggara dapat ikut berperan dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat di daerah ini. jangan sampai terjadi kita hidup diatas kekayaan alam, tetapi tidak dapat menikmatinya. ibarat pepatah “ayam bertelur di lumbung padi mati kelaparan”. karena itu perlu inovasi, kretivitas dan terobosan dalam menterjemahkan berbagai kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sumberdaya alam yang tersedia.

“Mari kita semua menyatukan pikiran dan langkah untuk berbuat yang terbaik bagi daerah ini. karena dengan kekayaan alam yang tersedia kita dapat melakukan akselerasi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah ini. secara akumulatif berarti kita juga memberikan berkontribusi terhadap kesejahtraan bangsa dan negara, termasuk kepada masyarakat dunia,” himbaunya.

Bumi adalah satu-satunya supporting system kehidupan di dunia yang perlu kita lindungi bersama-sama untuk keberlanjutan kehidupan anak cucu kita. karena itu apapun yang kita lakukan isu-isu lingkungan akan tetap menjadi pertimbangan utama dan pertama.

“Kita butuh keberlanjutan produksi, keberlanjutan kehidupan dan keberlanjutan generasi yang terus meningkat kualitas hidupnya. karena itu mari kita jaga kelestarian lingkungan terhadap apapun yang direncanakan. tidak perlu terus mempertentangkan masalah lingkungan dengan perkembangan sosial budaya dan ekonomi tanpa solusi atau jalan keluarnya. karena alam khususnya lahan memiliki fungsi sosial, ekonomi dan ekologis,” jelas Gubernur Sultra.

 

*Sumber : sulawesitenggaraprov.go.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s