20140428Guguran-Lava-Pijar-Gunung-Slamet-280414-iz-2

Guguran lava pijar kawah Gunung Slamet terlihat dari kawasan wisata Baturraden, Banyumas, Jateng, Minggu (27/4) malam.

 

Pekalongan (ANTARA News) – Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet PVMBG Desa Gambuhan Pemalang, Jawa Tengah, Sudrajat mengatakan letusan abu vulkanik pada Kamis sekitar pukul 16.00 WIB mencapai 10 kali atau naik dibanding kondisi pada pagi harinya.

“Letusan abu vulkanik Gunung Slamet cenderung naik dibanding Kamis pagi. Jika pada Kamis pagi letusan hanya mencapai 500 meter tetapi pada sore harinya mencapai 1.500 meter,” katanya saat dihubungi di Pekalongan, Kamis.

Menurut dia, letusan abu vulkanik Gunung Slamet yang berada diperbatasan Kabupaten Pemalang, Tegal, dan Purwokerto ini mengarah ke arah barat.

“Saat ini status Gunung Slamet naik satu level menjadi siaga. Indikator peningkatan level tersebut dapat dilihat dari peningkatan aktivitas kegempaan dan energi di gunung tersebut yang semakin meningkat,” katanya.

Ia mengatakan berdasar pengamatan yang dilakukan selama sepekan terakhir ini aktivitas Gunung Slamet menunjukan peningkatan.

Bahkan, kata dia, setiap hari tampak jelas adanya semburan lava pijar khususnya jika dilihat pada malam hari.

Ia mengatakan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah melarang masyarakat beraktivitas dalam radius empat kilometer dari puncak Gunung Slamet.

“Naiknya status dari waspada menjadi siaga, masyarakat dan pengunjung dilarang beraktivitas dalam radius empat kilometer dari puncak Gunung Slamet,” katanya.

 

 

Sumber : antaranews.com

Editor: Fitri Supratiwi

(ANTARA FOTO/Idhad Zakaria)

Suasana Merapi selepas erupsi, Kamis sore (27/03/2014).

MAGELANG, KOMPAS.com — Sejak status Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta meningkat menjadi Waspada pada Selasa (29/4/2013) pukul 23.50 WIB, muncul fenomena suara dentuman yang terdengar hingga jarak tertentu.

Menurut Subandrio, Kepala Balai Penelitian dan Penyelidikan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, dentuman itu diduga karena adanya arus konveksi atau turbulensi gas di dalam perut Merapi sehingga terjadi benturan antara bebatuan dan gas.

“Terdengar suara dentuman dari Pos Pemantauan Babadan, Rabu sore kemarin. Terdengar terus-menerus sebanyak 24 kali, lebih banyak dari hari sebelumnya. Ini membuktikan bahwa aktivitas gas Merapi cukup tinggi,” katanya seusai meninjau Pos Pemantauan Babadan di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Kamis (1/5/2014).

Dari Pos Pemantauan Babadan yang berjarak sekitar 4,4 kilometer dari puncak Merapi, tercatat sejak 29 April 2014, terdengar dentuman 17 kali, lalu meningkat pada 30 April 2014 sebanyak 24 kali yang terdengar hingga jarak 8 kilometer dari puncak. Selain itu, pada 30 April 2014 juga tercatat 35 kali gempa low frequency dan enam kali gempa tektonik.

“Kemungkinan kecil dinding Merapi jebol ke samping akibat terkikis oleh aktivitas turbulensi itu,” imbuhnya. Subandrio mengatakan, pihaknya hingga kini masih melakukan pemantauan secara intensif aktivitas gas di perut Merapi apakah ada peningkatan atau menurun.

Sementara itu, aktivitas warga di sekitar gunung api teraktif di dunia itu masih berjalan seperti hari-hari biasanya meskipun warga sering mendengar suara dentuman keras dari arah puncak Merapi.”Iya belakangan ini sering terdengar suara dentuman, dem! begitu. Tetapi, sampai hari ini kami masih biasa saja, bekerja seperti biasa,” kata salah seorang warga lereng Merapi, Sutarman.

Hingga kini, status Merapi masih Waspada atau level II. Warga di sekitarnya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, tetapi tidak perlu panik serta tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

 

 

Sumber : Kompas.com

Foto       : Tribun Jogja/Padhang Pranoto

Infowanapal – Kendari, Saya baru saja keluar dari lorong jalan kompleks perumahan Transmigrasi Nelayan Kelurahan Lapulu, setelah beberapa saat menunggui redanya hujan yang mengguyur hampir disemua wilayah Kota Kendari, tak lama berselang handphone BB butut milik saya berdering didalam rompi Columbia yang baru saya beli dari pasar loak dekat rumah, tanda pesan masuk dari ketua Wanapal sultra menanyakan posisi terakhir, tujuan saya sore ini memang menuju sekretariat Wanapal Sultra untuk bertemu dan sekedar sharing info terbaru atau perihal perkembangan seputar kegiatan-kegiatan Wanapal Sultra.

Setelah kurang lebih 10 menit diatas tunggangan besi CBR 250 R saya memutar arah melalui jalan bypass dari pertigaan Pelabuhan Perikanan Samudra dengan alasan ada perbaikan jalan disepanjang rute Anduonohu arah Kampus, sepanjang jalan hanya terlihat aspal yang basah tersiram hujan hampir sejam yang lalu dan serakan sampah yang meluber dari drainase yang mampet, tak terasa beberapa meter didepan saya sudah terlihat bundaran yang oleh masyarakat biasa disebut bundaran Stainless Steel mungkin karna hanya potongan besi tahan karat itu saja yang menjadi penghias bagian tengah bundaran tersebut, kemudian saya berbelok arah ke kiri menuju pasar baru dan langsung kearah baruga namun belum jauh saya meninggalkan bundaran Stainless Steel saya kaget ketika jalan yang sering saya lewati tergenang air yang menutupi hampir seluruh badan jalan lumayan tinggi genangan yang tertinggal setelah hujan yang mengguyur yang menurut saya tidak cukup lama untuk menggenangi  jalan dengan ketinggian kira-kira 30-60 cm, setelah melewati genangan air tersebut sambil mengangkat kaki agar tidak basah terkena cipratan gelombang yang dihasilkan oleh kendaraan lain yang melintas dengan lambat, saya memarkirkan motor ditepian jalan untuk mengambil beberapa foto dan hasilnya lumayan seperti hasil jepretan fotografer professional dengan kostum yang menurut saya hampir seperti seorang jurnalis lapangan… …..tentunya dengan rompi yang baru walaupun bekas hahahahaha……(bingung :D)

Setelah mengambil beberapa dokumentasi sebagai barang bukti hehehehe…saya melanjutkan perjalanan menuju sekretariat Wanapal Sultra, setelah beberapa saat berkendara diatas motor kesayangan akhirnya saya tiba juga disekretariat Wanapal Sultra yang berada dikomplek BTN Griya Baruga Indah ternyata teman-teman sudah menunggu dengan senyum khas anak kost :D……

Dari rute perjalanan yang saya tempuh hari ini saya jadi berfikir apakah Sulawesi Tenggara khususnya Kota Kendari sudah masuk dalam daftar langganan banjir…?? Berarti beberapa tahun sebelumnya masuk daftar tunggu dong…heheheheh….kayak calon jemaah haji aja pake daftar tunggu….

BanjirGenangan Air setelah hujan mengguyur Kota Kendari

 

Namun kenyataannya beberapa tahun belakangan ini santer terdengar berita baik media cetak atau elektronik yang menyiarkan tentang banjir dibeberapa daerah di Sulawesi Tenggara termasuk dalam kota Kendari, hal ini harusnya menjadi perhatian utama bagi semua kalangan termasuk masyarakat kota Kendari sebab bencana seperti ini tidak lepas dari kontribusi masyarakat itu sendiri dengan pola hidup dan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar kita, juga peran pemerintah dalam menangani dan memberi perhatian terhadap tata kelola pembangunan kota yang ramah lingkungan. Hal ini dapat dirasakan beberapa tauhun ini dimana Kota Kendari sudah menjadi daerah langganan banjir dikarenakan beberapa hal yang kurang diperhatikan seperti pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah, drainase yang buruk, akibatnya hujan yang turun dengan intensitas ringan sampai sedang dalam waktu yang relative singkat bisa membuat genangan setinggi betis orang dewasa dan meluap kemana-mana dengan membawa berbagai jenis sampah.

BanjirSalah satu ruas jalan yang digenangi air pasca hujan melanda

Foto & Kontributor : Yus “BC”/14-12-13 : 16.04

Gunung Sinabung Meletus Lagi, Pengungsi Bertambah 3.734 Jiwa
(Antara/Septianda Perdana)

Liputan6.com, Jakarta : Aktivitas Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara masih sangat tinggi. Setelah beberapa kali meletus, kini kembali meletus. Akibatnya, ribuan warga terpaksa mengungsi.

“Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi melaporkan pada Kamis pukul 11.54 WIB, Gunung Sinabung meletus kembali,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (14/11/2013).

Sutopo menjelaskan, ketinggian letusan mencapai 5.000 meter dengan arah angin barat daya. “Intensitas erupsi Gunung Sinabung masih tinggi dan frekuensi gempa vulkanik masih meningkat. Status gunung masih Siaga Level III.”

Seringnya letusan Gunung Sinabung tersebut, lanjut Sutopo, menyebabkan masyarakat di sekitar gunung cemas dan terpaksa mengungsi. Saat ini tedapat 5.535 jiwa yang mengungsi berasal dari 8 desa yang tersebar di 11 titik pengungsian. Sebelumnya pada hari Minggu hanya ada 1.801 jiwa pengungsi.

Menurut Sutopo, bertambahnya jumlah pengungsi tersebut berasal dari 4 desa yang tidak direkomendasikan PVMBG untuk mengungsi. Yaitu Desa Gurukinayan, Berastepu, Sigarang-Garang, dan Sibintun. Sedangkan 4 desa yang direkomendasikan mengungsi adalah Desa Mardinding, Sukameriah, Bekerah dan Simacem.

Tanggap Darurat

“Masa tanggap darurat masih ditetapkan hingga 16 November. Kebutuhan logistik hingga kini masih mencukupi. Puncak awan Gunung Sinabung masih tertutup awan tebal bercampur abu vulkanik. Aktivitas gunung masih tinggi. Potensi letusan masih terjadi dan tidak ada korban,” jelas Sutopo.

Sudah 2 kali Gunung Sinabung erupsi sejak Kamis pagi. Erupsi pertama terjadi pukul 06.57 WIB dengan ketinggian asap 7.000 meter dengan erupsi selama 1.056 detik dan arah angin ke barat daya. Luncuran awan panas mencapai kejauhan 1 kilometer hingga menyebabkan hujan abu cukup tebal.

Berikut sebaran 5.535 jiwa pengungsi di 11 titik:
1. Losd Peskan Tigandreket (940 jiwa) dari Desa Mardinding
2. GBKP Payung (303 jiwa) dari Ds Sukameriah
3. Masjid Payung (110 jiwa) dari Ds Sukameriah
4. Losd Desa Naman (481 jiwa) dari Ds Bekereah dan Simacem
5. Zentrum GBKP Kabanjahe (421 jiwa) dari Ds Gurukinayan
6. GBKP Simpang Enam Kabanjahe (379 jiwa) dari Ds Gurukinayan
7. Serbaguna/KNPI Kabanjahe (400 jiwa ) dari Desa Bekerah, Simacem, Berastepu
8. Klasis GBKP Kabanjahe (270 jiwa ) dari Ds Sibintun, Berastepu, Sigarang-garang
9. Masjid Agung Kabanjahe (453 jiwa) dari Ds Gurukinayan, Berastepu
10. Paroki Gereja Katolik (578 jiwa) dari Ds Gurukinayan, Berastepu, Sigarang-garang
11. GBKP Kota Kabanjahe (1.200 jiwa ) dari Ds Sibintun, Berastepu.

Posted: 14/11/2013 13:42

(Rmn/Sss)

Waspada,Gunung Lokon Meletus

Posted: 11 November 2012 in Umum
Tags:

Tomohon: Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara, meletus sekitar pukul 13.43 WITA, Ahad (11/11). Demikian disampaikan Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Bandung di Kakaskasen, Farid Ruskanda Bina.

Menurut Farid, aktivitas kegempaan Gunung Lokon terpantau sejak pukul 23.00 WITA kemarin. Hingga berita ini diturunkan belum ada laporan lanjutan mengenai proses evakuasi ataupun kerusakan akibat peristiwa alam tersebut.

Sumber: Metrotvnews.com

PROLOG PECINTA ALAM

Posted: 19 October 2012 in Umum

PROLOG PECINTA ALAM

A. Manusia dan Alam
Manusia adalah ciptaan yang berpikir, manusia sangat bergantung dengan alam untuk menghidupi diri dan berkembang biak. Sementara Alam berkembang biak melalui proses siklus, proses rantai makanan. Tanpa manusia pun alam akan tetap hidup. Manusia kemudian menggunakan alam sebagai kebutuhan, merekayasa tumbuhan menjadi tumbuhan – tumbuhan unggul, seperti buah – buahan, dll. Ataupun menggunakan hasil – hasil alam sebagai kebutuhan proses hidup di perkotaan. Seperti karet, minyak bumi, kayu, batu bara, emas, perak dsb.

Karena proses ini pula, alam kemudian terlalu dikuras untuk produksi keinginan manusia yang berorientasi pada produksi yang besar serta untuk mendapatkan profit yang besar pula (inilah yang disebut industri). Maka timbulah ketidak seimbangan alam. Bencana – bencana pun mulai muncul, banjir, kemarau panjang, keracunan, lepasnya satwa – satwa liar ke pemukiman manusia, karena pemukiman satwa – satwa liar tadi telah di usik. Dengan kondisi ketimpangan di atas. alam yang awalnya menguntungkan manusia berubah menjadi ancaman hidup bagi manusia. karena kal ini maka munculah para pemerhati, pelestari, relawan – relawan dan Pencinta Alam

B. Pencinta Alam
Pencinta dalam kamus besar bahasa Indonesia artinya orang yang sangat suka atau gemar akan. Jadi arti pencinta alam dalam arti bahasa adalah orang yang sangat suka atau gemar akan alam.

Pencinta Alam dalam istilah adalah sebuah organisasi yang mencintai Alam, melestarikan lingkungan, meneliti lingkungan, menikmati lingkungan, belajar dari lingkungan, melakukan petualangan kealam bebas, organisasi yang punya anggota ulet, solid, loyal, cerdas dalam berpikir dan bereaksi. dll.

a) Sejarah Pencinta Alam
Dari catatan yang diketahui Pencinta Alam pertama di Indonesia adalah PPA3. PPA adalah singkatan dari Perkumpulan Pentjinta Alam, tepatnya didirikan tanggal 18 Oktober 1953. Organisasi ini berkedudukan di Jogjakarta. Tujuan PPA yang tercantum dalam Anggaran Dasarnya adalah memperluas serta mempertinggi rasa cinta terhadap alam seisinya dalam kalangan anggota – anggotanya dan masyarakat umumnya. Hingga setelah itu muncullah pencinta – pencinta alam lain di penjuru – penjuru Indonesia, entah yang berbentuk KPA, Sispala, dan Mapala.

– KPA (Kelompok Pencinta Alam)
Organisasi Pencinta Alam yang beruanglingkup umum, berlaku untuk masyarakat umum siapa saja bias menjadi anggota, intinya melewati proses pendidikan dasar.

– SISPALA (Siswa Pencinta Alam)
Organisasi Pencinta Alam yang beruanglingkup di sebuah sekolah tingkatan SMP atau SMA, berlaku untuk ruang lingkup sekolah itu.

MAPALA (Mahasiswa Pencinta Alam)
Organisasi Pencinta Alam yang beruanglingkup di Universitas, anggotanya hanya terdiri dari mahasiswa dimana mapala itu berkedudukan.

b) Sejarah Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA)
Kemudian pada tahun 1964. Di Universitas Indonesia Soe Hok Gie bersama sahabat – sahabatnya kemudian mendirikan Organisasi Pencinta Alam. Yakni Mapala Prajnaparamita FSUI (pada tanggal 12 Desember 1964) nama pemberian dari Drs. Moendardjito (Pembantu Dekan III – Fakultas Sastra) Mapala : Mahasiswa Pentjinta Alam, dan Prajnaparamita artinya dewi pengetahuan, Mapala juga berarti berbuah dan berhasil. yang kemudian pada tahun 1971 seluruh Organisasi Pencinta Alam di lingkup Universitas Indonesia menyatukan diri dalam MAPALA UI.

Soe Hok Gie pada waktu itu adalah seorang aktivis mahasiswa, penulis, seorang demonstran serta dia adalah pengkritik sosial. Ketika ditanya kenapa mendirikan Mapala ?
Gie Menjawab :
“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami, kami katakan bahwa kami adalah manusia – manusia yang tidak percaya dengan slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan – slogan, seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat karena itulah kami naik gunung.”

Karena di zaman berdirinya Mapala pertama kali di saat menjelang transisi rezim, orde lama ke orde baru. Serta banyaknya persoalan – persoalan politik yang melibatkan mahasiswa, Gie juga mengkrtik para mahasiswa – mahasiswa pergerakan yang telah terjangkit politik praktis. Sehingga perjuangan mahasiswa tidak lagi murni tapi telah keruh oleh sikap – sikap aktivis tadi.

Berdirinya Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala), intisarinya adalah tiga hal,
Pertama, untuk memupuk patriotisme yang sehat di kalangan anggotanya. Ini dapat di capai dengan hidup di alam dan rakyat kebanyakan. Memang tekad dari pendirian organisasi ini adalah suatu keyainan bahwa patriotisme yang sehat tidak mungkin timbul dari slogan – slogan, indoktrinasi – indoktrinasi dan poster – poster. Patriotisme hanyalah mungkin dibina atas partisipasi yang aktif dari seseorang melalui hidup ditengah – tengah alam dan rakyat pada umumnya. adalah hal yang mustahil, bahwa cinta tanah air dapat timbul dari jendela – jendela bis, mobil – mobil mewah dan gedung – gedung kampus.

Kedua, mendidik para anggotanya, baik mental maupun fisik. Sebab seorang kader yang baik adalah kader yang sehat jasmani dan rohaninya. Disini juga ditekankan aspek edukasi tanah air secara aktif dari dekat.
Ketiga, untuk mencapai semangat gotong royong dan kesadaran sosial. Sampai saat ini tujuan tadi belum tercapai secara maksimal, tetapi titik terang sudah terlihat.
Setelah itu Mapala kemudian menjamur di kampus – kampus termasuk di Universitas Muhammadiyah Malang, berdirilah Divisi Mahasiswa Pencinta Alam (DIMPA) pada tanggal 17 Oktober 1983.

c) Fenomena Nama Mahasiswa Pencinta Alam.
Mapala sebagai sebutan Khas dan Umum
Dimanapun berada sebutan khas dari para mahasiswa yang tergabung dalam organisasi pencinta alam adalah anak Mapala. Tanpa ada kesepakatan sebelumnya nama mapala kemudian menjadi sebutan khas untuk mahasiswa Pencinta Alam.

e) Pencinta Alam Hari Ini.
Pencinta Alam hari ini dalam perlombaan melakukan hal – hal yang bersifat petualangan, pendakian gunung es, tebing – tebing terjal, sungai – sungai yang tinggi gradenya.
Mapala hari ini sudah semakin berkembang. Tidak lagi menjadi pengkritik – pengkritik pemerintah, lebih asyik dengan dunianya sendiri. Menjadi penakluk – penakluk gunung, tebing, dan medan – medan lainnya. Lebih mengejar hal – hal yang mampu memuaskan hasrat kegemaran. Sangat jauh dari cita – cita awal para tokoh pendiri Mapala. Soe Hok Gie dan sahabat – sahabatnya.

Pada konsep idealnya mapala adalah organisasi yang mampu unjuk gigi di dunia, Petualangan, Ilmiah dan Sosial.
Petualangan dalam hal ini meliputi aktifitas pencinta alam di dunia petualangan alam bebas, mendaki gunung, berarung jeram, menyelam, menelusuri goa, memanjat tebing dan petualangan – petualangan sejenis lainnya.
Ilmiah dalam hal ini adalah pencinta alam sebagai pemerhati, pelestari terhadap kondisi lingkungan, serta dapat melakukan penelitian – penelitian tehadap dampak – dampak lingkungan.

Sosial, yang dimaksudkan Mapala dapat terjun langsung dalam isu – isu sosial, penanggulangan bencana, kondisi sosial masyarakat, HAM, kesehatan, ekonomi, politik, ketentraman umum dll. yang intinya Mapala dapat menjadi ujung tombak menuju kesejahteraan Masyarakat.

f) Budaya Mapala
Budaya dan Kebiasaan Mapala, eratnya hubungan emosional sesama Mapala, saling jamu – menjamu, tolong – menolong sesama Mapala. Ada tempat persinggahan di hampir seluruh daerah di Indonesia, dengan cukup mengaku menjadi pencinta Alam. (walau kadang ada yang hanya mengaku – ngaku)
Mapala dikenal ulet dalam hal bekerja dalam organisasi, mampu membuat konsep dan mengimplementasi ide dalam kinerjanya.
Mapala yang warna warni dalam penampilan, ingin menembus batas – batas formalitas yang terlalu kaku.

g) Forum Pencinta Alam dan Forum Mahasiswa Pencinta Alam.
Akibat banyaknya Pencinta Alam di Indonesia kemudian lahirlah sebuah forum Penccinta Alam, forum komunikasi, informasi dan interaksi sesame Pencinta Alam.

* GLADIAN PENCINTA ALAM INDONESIA
Gladian adalah forum pencinta Alam seluruh Indonesia yang pesertanya adalah seluruh organisasi Pencinta Alam di Indonesia, baik umum, Mahasiswa, atau siswa. Gladian juga tempat lahirnya Kode Etik Pencinta Alam.

* TWKM MAPALA SE – INDONESIA
TWKM singkatan dari Temu Wicara dan Kenal Medan Mahasiswa Pencinta Alam tingkat Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia. Wadah para Mapala untuk bertukar ilmu, mengusung ide, belajar bersama, untuk kepentingan Mapala Se-indonesia.

JAMBORE MAPALA MUHAMMADIYAH
Forum Mapala Perguruan Tinggi Muhammadiyah Se-Indonesia.

FKPA MAPALA JAWA TIMUR
Forum Organisasi Pencinta Alam se-Jawa Timur.

FORUM MAHAMERU MALANG (FORUM PENCINTA ALAM MALANG)

Sedangkan di kota Kendari sendiri telah dibentuk Sekretariat Bersama (Sekber) Pencinta Alam Se-Kota Kendari yang diharapkan dapat menjadi wadah yang mampu menghimpun seluruh Pecinta Alam di Kota Kendari, baik dari Mapala maupun MPA. Tujuan awal dari dibentuknya Sekber itu adalah untuk menyamaratakan skill dan Pemahaman seputar Pecinta Alam yang sebenarya, juga sebagai batu loncatan dasar untuk memperbaiki Citra Pecinta Alam yang selama ini dinilai negatif oleh hampir sebagian besar masyarakat Indonesia, dan di kota Kendari pada khususnya. Dengan adanya Sekber ini, yang juga menghimpun seluruh KPA dan MPA melalui para Delegasi masing-masing tentunya merupakan modal yang tidak dapat dipandang sebelah mata untuk mewujudkan Lingkungan Sultra yang ramah dan berwawasan Lingkungan.
_______________________________________________________________
1. Disadur dari berbagi sumber.

Mengenal Hutan

Posted: 6 October 2012 in Umum

MENGENAL HUTAN

Hutan adalah tempat tinggal (habitat) berbagai tumbuhan dan hewan yang berinteraksi satu sama lain, dan juga berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Berdasarkan kamus, istilah hutan diartikan sebagai kumpulan pepohonan yang rapat beserta berbagai tumbuhan lainnya dalam suatu wilayah tertentu.
1. Komponen Penyusun Hutan
Terdapat dua komponen utama yang menyusun kehidupan di dalam hutan. Kedua komponen tersebut adalah komponen biotik atau hayati atau sesuatu yang hidup, serta komponen abiotik (non hayati) atau sesuatu yang sifatnya tidak hidup.
Komponen biotik diantaranya adalah berbagai hewan dan tumbuhan, seperti burung, kodok, ular, ikan, lebah, cacing, pohon beringin, pohon pinus, semak belukar, jamur, rumput, dan sebagainya. Sementara itu, contoh komponen abiotik antara lain cahaya matahari, batu, angin, air, tanah, udara, unsur hara (nutrient) dan sebagainya.
Kedua komponen di atas saling mendukung satu sama lain. Bila salah satu bagian komponen di atas mengalami kerusakan, maka akan sangat mempengaruhi bagian-bagian komponen lainnya.
2. Manfaat Hutan
Banyak sekali manfaat hutan bagi kita, juga bagi yang lainnya (komponen hidup dan tak hidup). Beberapa manfaat hutan yaitu :
1. Menghasilkan produk kayu dan bukan kayu seperti madu dan rotan.
2. Menyediakan naungan/tempat berlindung, tempat berkembang biak, dan
tempat mencari makan bagi banyak hewan dan tumbuhan.
3. Mencegah terjadinya erosi, pendangkalan dan tanah longsor
4. Sangat membantu penyerapan dan penyaringan air oleh tanah sehingga hutan merupakan salah satu sumber cadangan air tawar yang bersih.
5. Menghasilkan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup
6. Mengurangi dampak buruk pemanasan global sebab hutan mampu menyerap banyak gas Karbondiosida. Gas ini adalah salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan terjadinya pemanasan global.
3. Manfaat Pohon
Sebatang pohon besar dan sehat dapat : Mengangkut 4.000 liter air dari dalam tanah dan melepaskannya ke udara. Menyerap hingga 7.000 liter partikel debu per satu liter udara Menyerap ± 75% CO2 yang dilepaskan oleh mobil Menyediakan kebutuhan oksigen setiap hari untuk 4 orang dewasa.
4. Hutan dan Air
Kita tahu bahwa semua mahluk hidup sangat bergantung pada air. Kita masih bisa bertahan hidup bila tidak makan selama sebulan penuh, tapi tanpa meminum air dalam waktu beberapa hari saja, kita bisa mati. Kita membutuhkan air untuk hampir semua jenis kegiatan kita. Kita membutuhkan air untuk minum, mencuci, mandi, berkebun, beternak atau untuk keperluan rekreasi/wisata.
Hutan dan air sangat berhubungan satu sama lain. Bila hutan sehat, selain melimpah, air pun sehat. Untuk lebih memahami pernyataan tersebut, perhatikan peran pohon dalam siklus air berikut ini:
Saat hujan turun, akar pohon membantu “perjalanan” air memasuki tanah hingga mencapai lapisan air tanah. “Perjalanan” ini bisa terjadi sebab akar pohon mampu menembus lapisan tanah yang begitu padat. Selama “perjalanan” itu, air juga mengalami proses penyaringan dari bahan-bahan atau partikel berbahaya, sehingga kualitas air tanah semakin bagus. Selain itu, daun, dahan, ranting, batang dan akar pohon mampu mengurangi kecepatan aliran/limpasan air (run off) ke tempat lain (ke sungai, ke drainase, dan sebagainya) serta mencegah terjadinya erosi tanah.
Air selanjutnya dimanfaatkan oleh banyak makhluk hidup, termasuk pohon. Pohon memanfaatkan air untuk tumbuh dan berkembang. Ia mengambil air dari dalam tanah, kemudian menyebarluaskannya ke seluruh bagian tubuh. Selain memanfaatkan air, pohon juga melepaskannya ke udara melalui stomata. Air yang dilepaskan selanjutnya berkumpul di awan. Semakin lama, awan tersebut semakin berat dan tidak lagi mampu menahan air yang volumenya semakin banyak. Hujan pun akhirnya turun kembali ke bumi, termasuk ke dalam hutan.
Kemampuan pohon menyerap dan melepaskan air bergantung pada beberapa faktor, diantaranya jenis pohon, jumlah air yang tersedia di dalam tanah, dan yang lebih penting adalah cuaca. Pada musim kemarau, pohon membutuhkan air dalam jumlah yang banyak. Pada saat yang sama, Ia pun melepaskan banyak gelembung air ke udara melalui stomatanya. Namun, bila kelembaban tanah/tempat tumbuhnya tiba-tiba berkurang, karena pemakaian air baik oleh pohon itu sendiri maupun oleh makhluk hidup yang lain, maka pohon akan menghentikan proses pelepasan air tersebut. Caranya dengan menutup stomata yang terdapat pada bagian daun dan batang pohon.
5. Hutan di Kota Kendari
Ada dua tipe hutan yang terdapat di Kota Kendari, yaitu hutan alami dan hutan buatan. Hutan alami terdapat di pegunungan Nipa-Nipa. Kawasan ini dikenal dengan sebutan Taman Hutan Raya (Tahura) Nipa-Nipa.
Sementara itu, tipe hutan buatan di Kota Kendari terdapat di pelataran kantor Walikota Kendari, Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara dan di daerah Baruga. Hutan-hutan ini disebut sebagai hutan kota. Luasnya tidak seberapa bila dibandingkan dengan luas Tahura Murhum (± 972 ha). Selain itu, di hutan kota, hanya terdapat sedikit jenis pohon dan hewan. Meski demikian, keberadaan hutan buatan tersebut tetap penting untuk kita jaga.
6. Bentuk Tekanan terhadap Kelestarian Hutan
Sebagai salah satu sumberdaya yang begitu penting, saat ini hutan menghadapi berbagai tekanan yang mengancam kelestariannya. Salah satu akibat tekanan itu adalah semakin berkurangnya kemampuan pohon menyerap dan menyaring air. Adapun bentuk-bentuk tekanan tersebut antara lain :
 Kegiatan perladangan berpindah
 Pembalakan liar (Illegal logging)
 Pertambanga
 Pencemaran udara
 Pembukaan lahan di dalam hutan secara tidak terkendali
 Pengerukan tanah di dalam wilayah hutan
 Pembuangan sampah di dalam areal hutan Perubahan iklim
Menyadari arti penting, fungsi dan nilai suatu hutan dalam konservasi air, maka berikut adalah beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk menjamin kelestarian hutan dan produksi air bersih di kota kita.
1. Menanam lebih banyak pohon
2. Berkebun dengan tanaman yang tahan kekurangan air atau dengan tanaman asli Kendari/Sulawesi Tenggara
3. Mengumpulkan/menampung air hujan untuk keperluan menyiram tanama
4. Berbelanja di toko-toko yang ramah lingkungan (misalnya, toko yang memiliki ruang terbuka hijau seluas 40% dari luas total lahannya)
5. Mandi dengan shower/pancuran selama 3 menit6. Gunakan segelas air saat menggosok gigi daripada menjalankan kran air


%d bloggers like this: